Selasa, 01 Februari 2011

Namaste Tower , India

KONSEP



Menara ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan skala besar pernikahan India. Kesempatan upacara Mehndi (di mana tangan dan kaki pengantin dihiasi dengan pacar) sering salah satu ritual pra-wedding yang paling penting di India.
Desain ini bertujuan untuk membangun tema tangan menggenggam dengan mengacu pada Mehndi pola rumit melalui pengobatan kulit bangunan. Menara ini akan mengenakan kaca fritted yang menggabungkan untuk membentuk suatu skala arsitektur grafis pada bagian luar bangunan. Hal ini akan menciptakan rasa transparansi dan mendalam untuk bangunan sementara pada saat yang sama membantu untuk menjaga kualitas panas yang diperlukan untuk memenuhi amplop kriteria desain bangunan.
Diusulkan bahwa kanopi skala besar selama mendukung bidang poin drop-off sebuah array dari kolektor panas matahari. Mengingat luas permukaan yang tersedia dan kondisi cahaya matahari tahunan ini memiliki potensi untuk memberikan 12% dari energi yang dibutuhkan untuk memanaskan air panas untuk hotel.





Menara ini terdiri dari dua sayap terpisah (atau tangan) yang bersama-sama membentuk ekspresi arsitektur "Namaste". Ruang antara sayap membentuk ruang koridor. Pada kedua ujung koridor ruang sepasang atrium terbuka akan menawarkan tamu hotel dibingkai dramatis pemandangan di atas kota.



Atrium ini juga berfungsi untuk membawa cahaya alami jauh ke dalam rencana tersebut. Pada tingkat atrium lantai pabrik ini rusak dengan taman internal yang berfungsi untuk membawa hijau ke dalam ruang koridor dan atrium. Itu adalah tujuan desain pusat untuk menjamin bahwa area sirkulasi hotel, (termasuk koridor) hanya mengesankan seperti kamar sendiri.




Geometri podium ini dirancang untuk mengintegrasikan sepenuhnya dengan desain menara. Jadi itu adalah bentuk yang sangat simetris yang merespon sayap seperti kanopi di atas drop off. Mengandung kebanyakan ritel, fasad podium diaktifkan dengan fitur air dan air mancur yang cascade ke tingkat jalanan.


Pada puncak gedung tinggi ruang atrium dermawan quadruple membungkus sebuah restoran Sky dan Bar yang akan memberikan sudut pandang yang unik bagi pelanggan untuk mendapatkan pemandangan panorama kota.




MENARA

Mengikuti tradisi panjang Arsitektur India yang besar itu adalah tujuan kami bahwa Menara Namaste akan berdiri sebagai struktur tengara, wakil dari signifikansi ekonomi dan budaya yang berkembang di India. Kami bertujuan untuk merancang sebuah bangunan yang akan menjadi wakil dari kota.






Arsitektur dari Hotel Namaste dibangun berdasarkan ekspresi ini India kuno. Dua sayap hotel yang menggenggam bersama seperti tangan salam kota Mumbai. Dengan cara ini desain arsitektur hotel menyediakan simbol utama dari perhotelan dan menyambut, seperti terlihat dalam seperti terlihat dalam konteks budaya India.





sumber : kaskus.us

5 bangunan keren!!


1. House with Giant Book Wall

Rumah ini merupakan desain arsitek-arsitek dari grupoSP dan letaknya di Sao Paulo, Brazil. Di dalam rumah ini terdapat tidak kurang dari 7.500 buku.






2. Holy Home

Rumah yang berada di Utrecht ini merupakan transformasi dari sebuah gereja tua tahun 1870-an. Sudut-sudut rumah ini pun dibuat dengan kesan 'holy' menyerupai gereja. Gereja yang telah di make over menjadi rumah oleh Zecc Architects dan Thomas Haukes pada 2009 ini dijual seharga 2.375 juta euro.







3. Majorca House

Rumah ini diperuntukkan bagi orang-orang yang menyukai kemewahan karena rumah ini dikatakan memakai lebih dari1.230 kaki persegi emas 24 karat. Pemilik rumah ini adalah Karl-Heinz Richard Furst von Sayn-Wittgenstein dan terletak di Majorca, Spanyol. Rumah seluas 10.700 kaki persegi ini dijual di eBay dengan harga $28,000,000.












4. House on the Edge of Cliff

Rumah ini di bangun di atas tebing setinggi 70 meter di tepi laut. Rumah ini terinspirasi dari lukisan Picasso tentang menghabiskan waktu di tepi laut. Rumah yang terletak di pantai timur Sydney ini dibuat dengan desain oleh arsitek-arsitek dari Durbach Block Architects.







5. The Concrete House II

Concrete house yang berada di Madrid ini merupakan hasil karya dari A-Cero. Rumah dengan luas 1.600 meter persegi ini terlihat unik dan tidak biasa karena berbentuk seperti bunker. Atapnya terdapat kolektor tabir surya sehingga rumah ini mempunyai fitur ekologis yang ramah lingkungan. Situs rumah ini juga terdapat sebuah taman yang indah dan sebuah danau.







sumber : kaskus.us





Konsep Rumah Tropis

Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis.

Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.





diatas, adalah dua contoh penerapan arsitektur tropis. Yang satu dengan budget pembangunan yang cukup besar, dengan material pilihan yang diekspos, yang lainnya lebih sederhana dengan budget lebih kecil, namun sudah memiliki konsep arsitektur tropis.

hotel Sampah






Di Madrid selama beberapa hari dibuka hotel Sampah disebut Beach Hotel, yang dibangun seluruhnya limbah dari tempat pembuangan sampah dan pantai di Eropa, proyek Save the Beach, yang diselenggarakan oleh merek bir Corona Meksiko. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Jerman Hans-Jurgen Schult. Untuk ciptaan-Nya, ia menggunakan kaleng Coca-Cola, gelas plastik, bungkus rokok dan sampah lainnya. Total pembangunan hotel mengambil 12 ton limbah, yang selama berbulan-bulan itu dikumpulkan di pantai-pantai Eropa. 5 kamar di hotel, dekorasi yang juga terdiri dari apa yang telah ditemukan di jalan.









sumber : kaskus

Green MinimalisTren Tahun Depan








TREN hunian 2011 masih mengacu pada tren tahun sebelumnya. Hunian bergaya minimalis masih menjadi mainstreamtahun depan. Tambahannya, konsep ramah lingkungan bakal menyertai konsep minimalis tersebut.

Arsitek Briyan Talaosa mengatakan, tren gaya rumah untuk 2011 tidak banyak yang berubah. Melihat dari perkembangan desain yang ada di lapangan, tren minimalis masih bakal memiliki nilai jual setahun ke depan.

Nilai jual dalam arti, lanjut dia, melihat animo masyarakat dalam memilih hunian. Sampai ada satu kasus, salah satu
developer yang cukup established atau mapan terpaksa melakukan proses buy back, untuk menyelamatkan profit. Maksudnya buy back adalah gaya-gaya rumah yang masih bercorak Mediteranian itu ternyata di satu kluster tidak terjual banyak. Olehdeveloper itu dibeli kembali lalu dirobohkan dan dibangun rumah dengan model baru, yaitu konsep minimalis.

”Inti dari itu, tentunya pengembang sudah melakukan studi pasar. Nah studi pasar itulah yang nantinya menentukan keinginan konsumen lebih ke arah mana,” tambahnya.

Alasan mereka masih melihat tren minimalis sebagai tren ke depan, kata Briyan, kalau dari biaya produksi model minimalis dengan gaya bangunan lain kurang lebih sama. Tapi kalau dibilang tipe bangunan minimalis itu gampang, itu salah karena minimalis itu minim detail. Artinya, kalau kita buat bentuk kotak, berarti bentuknya harus benar-benar kotak. Justru tingkat ketelitian dan keahlian pekerja itu menentukan kualitas bangunan itu sendiri. Alasan lain, mungkin calon pembeli rumah kurang memilik referensi. Dalam arti, informasi model contoh rumah hanya yang itu-itu saja.

Namun, akan seperti apakah minimalis pada 2011? Briyan mengungkapkan, minimalis untuk 2011 akan cenderung ke arah
green minimalist. Green minimalist itu bukan sekadar memberikan taman artifisial di suatu bangunan rumah saja. Tetapi, lebih ke bangunan yang ramah lingkungan. Dalam arti, meminimalisasi efek rumah kaca, penggunaan material-material yang ramah lingkungan seperti penggunaan baja ringan. Contoh lain, menggunakan material yang sifatnya tidak merusak hutan, seperti kayu, logam, dan batu.

”Namun, bukan berarti kayu tidak bisa dipakai. Tetap bisa, tetapi sifatnya lebih ke kosmetik saja, bukan menjadi bahan material yang utama. Misalnya untuk pintu,” imbuhnya.

Bila perlu, ujar Briyan, pemanfaatan bahan-bahan material yang sudah ada mungkin lebih baik. Misalnya, akar pohon yang dibuat untuk meja.Saat ini sudah banyak menjadi wacana hingga ke supermarket, penggalangan untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan itu sudah ada.

Begitu pun dari segi desain, mulai dari ruangan dan bentuk lapisan tidak berpatokan pada satu gaya. Namun, lebih menyesuaikan pada kebutuhan si penghuni. Yang dimaksud
green minimalist bukan hanya pemaksimalan tanaman saja, tetapi sudah lebih dalam pemahamannya. Maksudnya, green minimalist itu sudah sampai pada pemakaian bahan bangunan dan pengerjaan bangunan yang ramah lingkungan.

Lebih dari itu,
green minimalist bisa menjadi budaya di dalam pemakaian peralatan rumah sehari-hari. Misalnya, pemakaian listrik yang hemat, perlakuan air yang seperlunya, penggunaan lampu yang lebih hemat energi, wattnya kecil tapi ambience-nya sama dengan lampu yang wattnya lebih besar. Yang utama meminimalisasi penggunaan efek rumah kaca pada bangunan.

”Kalau dari strukturnya,
green minimalist masih sama saja. Karena struktur biasanya mengikuti pola pembagian ruangannya. Seperti pembentonannya, kolomnya, dan fondasinya. Jadi, tidak berperan dalam kita membuat konsep green minimalist. Ini bisa kita bikin, dengan kita pikirkan memakai bahan apa setelah bentuknya ada,” kata pria alumnus Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Sebisa mungkin disediakan
space untuk tanaman. Dalam arti, Briyan menjelaskan, hijau yang pengertiannya benar-benar hijau itu dari tanaman. Sebenarnya peraturan P2B Pemda itu sudah dipikirkan, di antaranya untuk area resapan air, jarak dari jalan ke bangunan yang nantinya harus diisi dengan area hijau harus ada. Selain bisa mereduksi suhu di luar, bisa juga digunakan sebagai sumber resapan.

(Koran SI/Koran SI/ftr)

Mereduksi Panas dengan Taman


TAMAN adalah sebuah areal yang berisi komponen material keras dan lunak yang saling mendukung satu sama lain. Taman sengaja direncanakan dan dibuat oleh manusia sebagai zona penyejuk di dalam dan di luar ruangan. Nah, salah satu faktor pemicu udara lancar, yaitu dengan menghadirkan taman di rumah.


Hal tersebut diungkapkan arsitek lanskap Giwo Rubianto. Menurut dia, taman bisa dijadikan alat untuk menetralisir udara di dalam rumah sehingga udara di dalam rumah menjadi lebih sehat dan sejuk.

Hal serupa dikatakan arsitek Briyan Talaosa. Dia menuturkan, selain bukaan, peran taman di rumah juga mampu mengurangi kadar panas yang masuk ke dalam ruangan. Sebab, taman bisa mereduksi panas sampai lima derajat Celsius pada siang hari. Aspek-aspek seperti ini yang harus diperhatikan.
Jadi, sebelum panas matahari langsung menyentuh bangunan, sebaiknya Anda tangkal dengan apa pun yang bisa mereduksi panas sang surya.

Jenis tanaman yang dapat Anda aplikasikan pun bervariasi. Bisa dengan mengaplikasikan tanamanindoor atau indoor garden, tinggal bagaimana Anda memilih cara pengaplikasiannya. Ingin meletakkan tanaman pot atau jenis tanaman yang langsung ditanam ke tanah? Poin utama yang perlu diperhatikan adalah, apakah tanaman tersebut banyak menyerap polutan dan ramah lingkungan atau tidak?

Karena itu, pemilihan jenis pohon atau tanaman yang tepat adalah salah satu faktor pemicu rumah tersebut bisa dikatakan sehat dan ramah lingkungan. Tanaman ramah lingkungan adalah yang dapat menjadi paru-paru bagi penghuni rumah. Tanaman tersebut mampu menyerap polusi udara cukup banyak.

Menurut dosen arsitektur lanskap Sumiantono Raharjo, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendesain taman yang ramah lingkungan. Di antaranya menanam tanaman berdaun lebar seperti pohon ketapang, pohon biola, atau sejenis family dari pohon jati di taman. Pohon-pohon itu berfungsi mengurangi penguapan air ke udara. ”Letakkan pohon-pohon tersebut di beberapa bagian sudut rumah yang dikombinasikan dengan desain taman,” sarannya.

Jenis pohon lain yang dapat Anda gunakan yaitu tanaman sri rejeki, lidah mertua, tanaman hanjuang, dan palem kuning. Beberapa tanaman tersebut termasuk yang paling banyak menyerap polusi udara di dalam maupun di luar rumah.

Kedua, taman harus bersenyawa dengan gaya hidup si empunya rumah. Maksudnya, taman yang Anda buat harus tidak ”membahayakan” Anda dan keluarga. Seperti tidak menggunakan semak-semak berduri, luas lahan harus lebih besar, serta jangan menanam pohon yang ranting-rantingnya mudah patah dan mengeluarkan getah.

Ketiga, penghalang dan pelindung merupakan salah satu unsur untuk membuat taman yang ramah lingkungan. Misalnya, Giro menyebutkan, jika Anda memiliki rumah menghadap barat, maka letakkanlah tanaman-tanaman yang dapat melindungi rumah berikut penghuninya dari terpaan sinar matahari pada siang hari.

(SINDO//tty)

Rumah Hemat Energi




Sebuah perusahaan di Amerika Serikat berhasil mengembangkan sebuah rumah hemat energi. Konsep rumah yang dinamai Enertia Building System ini dapat menjaga kondisi rumah tetap hangat di musim dingin dan tetap sejuk di musim panas. Baik siang maupun malam, udara di dalam rumah bisa tetap nyaman tanpa harus menghabiskan bahan bakar untuk penghangat atau listrik untuk penyejuk ruangan.

Idenya adalah dengan meniru cara bumi menjaga suhunya di siang dan malam hari. Yaitu dengan membuat ‘atmosfir’ buatan. Para ahli yang membuat Enertia House membuat sebuah sekat di seluruh dinding yang terbuat dari kayu. Sekat ini ‘membungkus’ seluruh rumah mulai dari loteng sampai ruang bawah tanah. Hasilnya adalah sebuah ‘amplop’ udara yang membuat ruangan-ruangan di dalam rumah tersebut ‘mengambang’ dalam sebuah aliran udara.

Di musim dingin di siang hari, seperti yang dilakukan oleh atmosfir, sekat udara ini menyerap dan menyimpan panas dari sinar matahari. Malamnya, udara panas inilah yang digunakan untuk menghangatkan rumah. Di musim panas, ruang bawah tanah memiliki jendela-jendela yang dapat dibuka. Jendela-jendela yang terbuka ini membuat udara mengalir masuk dan jendela yang terbuka di bagian atap mengalirkan udara keluar. Aliran udara yang masuk dari bawah dan keluar lewat atap ini membawa serta udara panas yang tertangkap oleh dinding sekat selama matahari bersinar di siang hari.

Salah satunya solusi untuk mengurangi dampak pemanasan global, adalah dengan menerapkan disain rumah tropis hemat energi. Faktanya, rumah yang boros energi, sekitar 80% berasal dari kesalahan desain arsitektur.

KONSEP RUMAH HEMAT ENERGI

Saat ini sepertinya konsep rumah tersebut memang lebih cocok untuk diterapkan di negara empat musim. Untuk di Indonesia yang beriklim tropis tentu diperlukan adaptasi. Misalnya untuk dindingnya, bahan batu mungkin lebih cocok karena di sini matahari bersinar sepanjang tahun. Jadi cenderung lebih banyak panas. Yang jelas rumah di iklim tropis juga bisa didesain agar hemat energi. Antara lain dengan memperhatikan penataan ruang dan ventilasi. Referensinya pun kini juga sudah banyak tersedia. Jadi kita pun sebenarnya juga bisa memiliki rumah hemat energi dengan mudah.

Dengan mengembangkan konsep ‘Rumah Hijau’ kita bisa mengurangi pemborosan energi, kita bisa menghambat pemanasan dunia. ‘Konsep Rumah Hijau’ mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dengan kenyamanan yang jauh lebih baik. Penataan kawasan pun manjadi rapi, indah dan asri.

Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam konsep rumah hijau.

1. Skala ruangan

2. Jumlah ruangan yang berlebihan

3. Semakin banyak pepohonan dan aliran udara jendela yang benar

4. Memakai konsep penyinaran hijau

Bagi Indonesia, dengan iklim tropis, perlu diterapkan pendekatan enam strategi rumah hijau, yaitu mencakup pelapis bangunan, penerangan, pemanasan, pendinginan, konsumsi energi, dan pengelolaan limbah.

Rumah dengan sistem pencahayaan hijau dapat mengurangi konsumsi energi. Karena semakin banyak pepohonan tumbuh di sekitar rumah, semakin berkurang intensitas panas. Selain kenyamanan dari sisi thermal, tersedia juga kenyamanan dari sisi visual.

Energi matahari yang melimpah dimanfaatkan untuk menciptakan kemandirian energi di rumah. Salah satunya, dengan aspek desain yang menempatkan solar panel di sisi rumah yang menghadap barat yang mendapatkan terpaan sinar matahari paling tinggi dan lama. Selain memanfaatkan energi, hal ini dapat mengurangi panas yang merambat di dinding rumah, dan mengurangi penggunaan pendingin ruangan.

Berikut ini adalah contoh desain rumah hemat energi